Untuk pelajaran pertama, saya mengajak pembaca untuk BELAJAR bukan AJARIN. Beberapa waktu yang lalu saya sempat berdebat dengan salah seorang anak tentang masalah ini. Memang tidak salah bahwa Belajar dan Ajarin merupakan keinginan untuk memperoleh ilmu atau pengetahuan, namun yang membedakan bukan dari segi tujuan, melainkan proses.
Proses merupakan tahapan yang paling penting. Seperti pelajaran matematika, kesalahan pada proses akan membuat hasil akhir salah. Dalam proses mencari ilmu atau pengetahuan proses ini menentukan banyaknya ilmu atau pengetahuan yang mampu diterima. Orang senang dalam mencari salah satu bidang ilmu / pengetahuan akan lebih mudah memahami daripada mereka yang terpaksa. Di bawah ini akan saya jelaskan pandangan saya.
Saya akan langsung berikan contoh yang pernah saya alami. Semasa SMK saya pernah menjadi ketua koordinator komunitas animasi open source di sekolah. Agenda rutin komunitas ini setiap hari Minggu mengadakan pelatihan kepada adik kelas yang ingin belajar animasi open source. Dari pelatihan tersebut, sampai sekarang saya tidak menemukan mereka yang benar-benar niat, meskipun rajin datang mengikuti pelatihan tersebut, namun hasilnya nol. Terkadang beberapa dari mereka yang chat dengan saya meminta saya untuk mengajari.
Saya sendiri kurang tahu apa yang memotivasi mereka untuk hadir setiap hari Minggu, di mana seharusnya hari tersebut digunakan untuk bersantai di rumah atau bermain. Tidak menutup kemungkinan mereka mengikuti pelatihan tersebut biar keren, karena komunitas tersebut (angkatan saya) telah memberikan hasil yang memuaskan untuk sekolah, bahkan hingga mengirim 4orang anggotanya ke Vietnam dan Kamboja. Bahkan mereka berempat sudah sempat menampangkan diri di acara televisi Kick Andy.Sangat disayangkan energi yang mereka keluarkan dengan menyisihkan waktu di hari Minggu tidak memberikan hasil.
Di luar itu saya memiliki adik kelas yang bernama Ero, yang juga senang dengan animasi open source. Dia hanya mengikuti pelatihan hari Minggu sekali, setelah itu dia tidak pernah mengikutinya lagi. Karena dia senang, dia sering mencari saya sepulang sekolah, terkadang untuk memecahkan masalah tentang kesulitan yang dihadapi dan lain-lain. Akhirnya, sekarang dia pun lebih jago membuat animasi 3D dibandingkan saya.
Dari contoh tersebut saya menyimpulkan jika seseorang yang suka dan berniat untuk menguasai sebuah bidang, secara otomatis dia cenderung akan BELAJAR sendiri tanpa menunggu DIAJARI. Ketika mengalami kesulitan dalam BELAJAR maka mereka baru minta DIAJARI dari orang yang mereka anggap lebih ahli.
Dari kata BELAJAR dan AJARIN saya dapat menangkap perbedaan yang mendasar yang ada dalam pelajaran Bahasa Indonesia SD. Dari kata itu kita sudah bisa mengetahui salah satu karakter dari orang yang melakukannya.
Belajar merupakan predikat AKTIF, yang mana akan membuat mereka cenderung untuk aktif dalam mencari ilmu atau pengetahuan yang menarik atau menyenangkan bagi mereka tanpa menunggu orang lain memberikannya.
Sedangkan dengan kata ajarin merupakan predikat PASIF, yang mana mempengaruhi keinginan mereka untuk belajar, karena sifatnya yang pasif, mereka hanya menunggu datangnya ilmu atau pengetahuan dari orang lain tanpa ada keinginan untuk mencoba sendiri.
Dari definisi kata tersebut, kata BELAJAR cenderung lebih efektif dari kata AJARIN. Karena dalam proses belajar, kita perlu aktif dalam menjelajahi apa yang kita sukai bukan hanya menunggu orang lain memberikan. Dengan aktif tidak menutup kemungkinan kita akan lebih ahli dari orang yang kita anggap ahli, sedangkan jika pasif kita tidak akan mejadi lebih ahli dari orang yang mengajari kita. Oleh karena itu MARI BELAJAR!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar