Di sekelilingku, kuliah merupakan jawaban paling dominan setelah mereka lulus SMA / SMK, namun kebanyakan mereka yang melanjutkan kuliah merupakan teman-teman yang duduk di bangku SMA. Karena di kelasku sendiri yang terdiri dari 36 siswa, hanya sekitar 10 anak yang melanjutkan kuliah, lainnya lebih memilih untuk tidak kuliah seperti yang saya lakukan.
Ironisnya, kuliah yang dilakukan oleh mereka tidak berdasar kuat pada tujuan. Mereka tidak tahu apa esensi dasar dari kuliah, mungkin sebelum menentukan kuliah atau tidak lebih baik mengenal apa itu sekolah yang sebenarnya, bukan sekolah yang saat ini cenderung menjadi sebuah organisasi. Kali ini saya mencoba bercerita tentang sejarah.
Dari beberapa buku yang saya baca, sekolah berasal dari kata schole (bahasa yunani) yang berarti waktu luang. Dicontohkan dari beberapa buku, awalnya sekola merupakan kegiatan non formal, dimana proses belajarnya sesuai dengan keinginan anak. Misal ketika anak suka dengan tarian, orang tua akan membawa anak ke salah seorang temannya yang pandai menari untuk mengajarkan anak tersebut menari. Berbeda dengan sekolah di Indonesia saat ini, dimana anak suka atau tidak suka harus menerima pelajaran matematika, kimia, fisika, dll.
Kembali ke masalah kuliah, banyak anak seusiaku yang tidak mengetahui hal ini. Sehingga mereka asal kuliah saja tanpa mengetahui apa esensi kuliah yang mereka lakukan. Di masyarakat sekelilingku ada beberapa alasan yang paling dominan mengapa mereka kuliah, diantaranya sebagai berikut:
Untuk mencari kerja, tidak bisa dipungkiri, lebih dar setengah mahasiswa kuliah untuk mencari kerja. Ketika salah seorang teman saya beritahu, temanku sudah keluar masuk tempat kerja lantaran tidak betah, padahal dia juga belum kuliah. Dia malah menjawab lulusan SMK kan sudah punya skill kalau SMA? Jawaban yang cukup logis, namun faktanya, sebagian besar lulusan SMK pun tidak memiliki kemampuan / skill untuk langsung terjun di dunia kerja. Kebanyakan mereka akan di training terlebih dahulu oleh perusahaan yang merekrutnya.
Mungkin untuk beberapa bidang ijazah kuliah memang dibutuhkan dalam mencari pekerjaan, namun marilah kita ubah mindset kita tentang kuliah yang hanya digunakan untuk mencari kerja. Carilah tujuan yang lebih jelas!
Biar gaji tinggi, ini juga merupakan kebanyakan jawaban. Dengan status sarjana kita bisa langsung mendapat gaji yang tinggi? belum tentu. Sebelum menyatakan hal tersebut coba flashback saat kamu masih kuliah. Coba hitung semua pengeluaranmu selama kuliah dan bandingkan dengan gaji bersihmu (sudah dipotong uang makan, listrik, telpon, transport, kos, dll). Butuh berapa tahun untuk menambal semua biaya kuliahmu sampa kamu lulus? Kapan kamu akan 'balik modal'?
Tuntutan orang tua, kalau masalah ini sangatlah susah untuk dipecahkan, karena saya sendiri juga mengalaminya, meskipun sekarang saya belum kuliah, namun tahun ajaran 2011/2012 saya harus masuk kuliah. Saya tidak bisa menolak untuk hal yang satu ini.
Untuk mencari ilmu, ini benar, namun ketika saya tanya kenapa harus dengan kuliah? Tempat mencari ilmu kan tidak hanya di kampus saja? Dengan bekerja kita juga bisa mendapatkan ilmu. Ujung-ujungnya banyak yang menjawab kalau kuliah dapat ijazah.
Daripada Nganggur, ini juga merupakan alasan dari beberapa teman yang belum siap untuk bekerja dan memilih kuliah untuk mengisi waktu luang. Sangat disayangkan jika alasan kuliah untuk mengisi waktu daripada nganggur, sebenarnya nganggurnya karena tidak ada pekerjaan atau tidak mau mengerjakan pekerjaan? Perlu dipertanyakan.
Setidaknya saya sudah menghabiskan hampir satu tahun untuk tidak kuliah terlebih dahulu untuk mencari tujuan kuliah yang sebenarnya, meskipun saya belum menemukan kepastian hingga saat ini kenapa saya harus kuliah, saya terpaksa untuk merencanakan kuliah tahun ini karena tuntutan orang tua. Beberapa tujuan kuliah yang telah saya temukan diantaranya
Menjadi ahli, saya perlu kuliah untuk memperdalam fokus saya demi menjadi seorang ahli di bidang yang saya inginkan. Saya hanya akan kuliah di bidang yang saya inginkan, tidak untuk kuliah dibidang yang tidak saya inginkan. Tidak karena ditolak dibidang yang saya inginkan kemudian saya masuk dibidang lain yang mau menerima saya.
Mencari teman, dengan kuliah saya mendapatkan banyak teman yang akan saya butuhkan di masa yang akan datang. Selain itu kita juga bisa bertemu calon generas bangsa yang "cerdas". Tidak menutup kemungkinan juga menemukan pasangan hidup :D. hahaha
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar