Kamis, 31 Maret 2011

Wisuda = Menambah Pengangguran

Kebanyakan orang sekolah / kuliah ingin cepat lulus. Terkadang di penghujungnya ada sebuah ritual khusus yang dinamakan Wisuda. Wisuda sendiri adalah acara formal yang bertujuan mengembalikan seorang anak didik kepada orang tuanya, lantaran sudah menyelesaikan pendidikan pada jenjang tersebut.

Beberapa waktu lalu saya sempat mendengar celoteh dari seorang teman tentang wisuda yang berarti sama dengan menambah pengangguran. Namun saya lupa siapa yang sudah melontarkan kalimat tersebut. Mungkin orangnya juga sudah lupa pernah mengucapkan kalimat tersebut.

Bagaimana tidak, ketika seorang siswa maupun mahasiswa belum menyelesaikan pendidikannya, mereka memiliki status seoarng pelajar, sedangkan ketika mereka lulus otomatis status pelajar yang mereka miliki sudah tidak belaku. Beruntung bagi mereka yang sudah mendapatkan pekerjaan disela-sela jadwal pendidikan mereka.

Bagi yang tidak? Wisuda sama artinya dengan penobatan seorang pelajar menjadi seorang pengangguran. Bagi yang belum terlambat, segera tentukan langkah-langkah setelah menyelesaikan jenjang pendidikan. Kebanyakan orang di sekitarku kebingungan lantaran resmi menyandang gelar "pengangguran" setelah melepas gelar "pelajar".

Yang akhirnya memaksa mereka mencari pekerjaan seadanya, kebanyakan mereka menerima begitu saja pekerjaan yang ada tanpa memikirkan hati kecilnya. Mereka terbebani dengan pemikiran orang-orang disekitarnya yang menuntut untuk segera mencari pekerjaan, dengan alasan mencari pengalaman.

Jika bisa memperoleh pengalaman dari pekerjaan yang kita sukai kenapa harus memperoleh pengalaman dari pekerjaan yang tidak kita sukai? Toh pengalaman tidak harus diperoleh dengan cara bekerja, kita bisa saja magang / praktek.

Tentukan apa yang akan kamu lakukan setelah resmi di 'wisuda' mulai dari sekarang. Sukur-sukur bisa memperoleh pekerjaan yang kamu sukai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar