Selama hidup, kita sudah banyak melakukan sesuatu. Meski terkadang sesuatu tersebut tampak bodoh dan tidak berguna setelah kita dewasa. Namun yakinlah bahwa tiada sesuatu yang sia-sia. Segala sesuatu, entah sekecil apapun itu pasti memiliki andil dalam kehidupan kita saat ini.
Selama kita dapat mengambil pelajaran dari setiap sesuatu yang kita kerjakan, Insyaallah kelak kita akan mengetahui manfaat dari sesuatu yang awalnya kita anggap sebagai pekerjaan yang sia-sia atau kalau di bahasa jawa ada peribahasa nguyahi banyu segoro (menggarami air laut). Air laut itu sudah asin tanpa perlu kita beri garam, oleh karena itu sia-sia pekerjaan kita, kurang lebih begitulah filosofinya.
Saya pun pernah memvonis sesuatu yang saya kerjakan sebagai kesia-siaan belaka, namun kini saya sadar bahwa sesuatu itu saat ini sangat bermanfaat untuk saya. Saya beri contoh sesuatu yang pernah saya anggap sia-sia. Akhirnya saat ini saya tidak pernah menganggap hal tersebut sia-sia malah bermanfaat bagi saya.
Saat saya masih duduk di bangku kelas 2 SMK Negeri 1 Surabaya, saya telah 2 kali melaksanakan PKL / Magang / Kerja Praktek / Prakerin. Padahal sebenarnya hal tersebut seharusnya setiap anak cuma diwajibkan satu kali, dan saya melakukannya selama 2 kali. Itu pun bukan atas kemauan saya pribadi.
Untuk magang pertama, saya menjadi Staf Humas di PENS ITS selama 4 bulan, sedangkan yang kedua saya berkenalan dengan Blender selama 3 bulan (efektifnya cuma 1 bulan). Setelah magang untuk kedua kalinya selesai, saya ditunjuk menjadi Ketua Koordinator JC of SMK Negeri 1 Surabaya jurusan Multimedia.
Setiap hari Minggu saya belajar bersama dengan beberapa adik kelas du Sekolah mulai pukul 9 pagi hingga pukul 4 Sore. Dengan fasilitas yang diberikan sekolah tersebut, ternyata tidak efisien untuk belajar bersama, karena memang anak-anak kurang berminat untuk ikut itu. Ini sangat di sayangkan.
Dari kegiatan tersebut, saat ini saya tidak mendengar kabar bahwa salah satu dari adik kelas yang belajar bersama saat itu masih asyik dengan Blender, oleh karena itu saya pernah memvonis bahwa kegiatan tersebut ternyata sia-sia.
Anggapan itu sekarang sudah saya cabut, lantaran saya telah mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dari hal tersebut. Dengan adanya kegiatan tersebut saya sudah mulai terbiasa berbicara didepan orang, dan menjadi seorang pengajar. Saat ini, saya sering menjadi Asisten Pengajar Workshop Blender di beberapa universitas, jadi kegiatan yang pernah saya pimpin di sekolah tersebut tidaklah sia-sia :).
Percayalah bahwa tiada sesuatu yang sia-sia selama kita dapat mempelajari. Biarkan waktu yang menjawabnya. Jadi jangan ragu untuk berbuat sesuatu yang baik lantaran takut hal tersebut sia-sia,.Semoga bermanfaat.
tak akan pernah memang ada hal yang sia-sia jadi selalu bersyukur kunci keberhasilan...
BalasHapussalam kenal yah...
iya, secara tidak langsung hal yang kita anggap sia-sia merupakan modal kita.
BalasHapusSalam kenal juga :)