SUPERMAN, adalah tokoh fiksi asli amerika yang sangat kuat, bisa terbang, bisa melakukan banyak hal dengan kekuatannya sendiri, sehingga banyak anak-anak yang ingin menjadi kuat seperti SUPERMAN, termasuk saya sendiri. Ketika kecil bermain dengan teman-teman sebaya, ada yang memerankan sebagai SUPERMAN, ultraman, monster, dll. Masih terekam jelas dalam memori ingatan saya tentang permainan itu.
SUPERMAN bekerja berdasarkan ego, sedangkan SUPERTEAM bekerja berdasarkan kerjasama. Didunia ini banyak SUPERTEAM yang dianggap sebagai SUPERMAN. Saya kutip dari buku John C. Maxwell, Ronaldo bisa mencetak gol karena adanya kerjasama tim yang bagus, bukan lantaran Ronaldo merpakan SUPERMAN bagi timnya. Jika Ronaldo bekerja sendiri, dia tidak akan dapat membobol gawang lawan.
Saya rasa sosok SUPERMAN yang fenomenal dengan berbagai macam kekuatannya tidak dibutuhkan di sini, khususnya di Indonesia. Karena Indonesia saat ini butuh sosok SUPERTEAM, dimana segala aspek yang tergabung dalam sebuah tim bisa bekerjasama dengan baik. Jika seorang SUPERMAN dengan kekuatan yang aneh-aneh saja bisa melakukan apapun, saya yakin SUPERTEAM bisa melakukan lebih baik dari SUPERMAN dengan kekuatan manusia normal pada umumnya.
SUPERMAN bekerja berdasarkan ego, sedangkan SUPERTEAM bekerja berdasarkan kerjasama. Didunia ini banyak SUPERTEAM yang dianggap sebagai SUPERMAN. Saya kutip dari buku John C. Maxwell, Ronaldo bisa mencetak gol karena adanya kerjasama tim yang bagus, bukan lantaran Ronaldo merpakan SUPERMAN bagi timnya. Jika Ronaldo bekerja sendiri, dia tidak akan dapat membobol gawang lawan.
Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita mau bekerjasama dengan orang-orang disekeliling kita untuk mewujudkan SUPERTEAM. Bukan hanya menjadi sosok SUPERMAN. Dengan membentuk SUPERTEAM kita memperoleh kemudahan dalam bekerja.
Tidak ada sesuatu hebat yang dikerjakan sendiri, sebuah ungkapan dari seseorang (saya lupa namanya) yang dikutip dalam buku John C. Maxwell. Lone Rangerpun tidak dapat berjuang sendiri, dia ditemani oleh Tonto dalam setiap misinya. Steve Jobs pun tidak bisa menjadi seorang CEO Apple jika tidak bersama Steve Wonziak.
Oleh karena itu pemerintah tidak hanya membutuhkan seorang presiden, namun juga kabinetnya. Sayangnya pemerintahan di Indonesia belum menjadi SUPERTEAM, karena belum ada keselarasan kerja sama antar lembaga yang sudah ada.
Mari ciptakan SUPERTEAM!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar