Senin, 09 Mei 2011

Kisah Air Putih I

Sabtu kemarin saya mendapat banyak sekali cerita, tidak ada salahnya jika saya bagikan salah satu cerita tersebut di sini. Kisah ini berawal pada tahun 1970an ketika ada seorang pemuda yang bernama Tirto hendak pergi ke Jakarta dengan naik kereta api dari Surabaya. Coba bayangkan bagaiamana keadaan kereta api saat itu.

Tirto duduk berhadapan dengan sepasang suami istri yang menggendong seorang anak kecil berusia kurang dari 2 tahun. Kereta yang berangkat pada sore hari tersebut tidak dilengkapi penerangan yang memadai seperti kereta api saat ini. Sehingga dalam gerbong terlihat gelap ketika hari sudah malam.

Sesampainya di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah si bayi menangis lantaran lapar, dengan sabar sang ayah menuangkan susu bubuk dalam botol dan menuangkan sedikit air panas yang disimpan di termos guna membuat susu. Ketika sang ayah akan menuangkan air dingin pada botol tersebut, sang ayah tidak menemukan botol air dingin pada kotak perbekalannya, karena memang air dingin tersebut ketinggalan.

Berlarilah sang ayah ke gerbong makan, setelah sampai sana ternyata tidak menemukan air dingin. Karena di gerbong tersebut hanya ada air yang panas. Sang ayah tampak kebingungan dan meminta sedikit air dingin kepada Tirto, namun ternyata Tirto juga tidak membawa perbekalan air putih.

Akhirnya kereta berhenti di sebuah stasiun perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sang ayah melihat warung kecil yang berhiaskan lampu petromax berjualan makanan kecil. Langsung saja sang ayah turun dan membeli makanan ringan di warung tersebut sebagai dalih untuk meminta air dingin yang ada di kendi.

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar