Setiap lebaran tiba ratusan nyawa melayang, sebagian besar dikarenakan sebuah tradisi yang berasal di Indonesia dan sepertinya memang hanya ada di Indonesia. Tradisi tersebut kita kenal dengan istilah MUDIK.
Mudik tidak lain adalah kembalinya seseorang / keluarga yang merantau ke daerah asal atau ke tempat orang tuanya berada. Banyak orang mengistilahkan mudik itu pulang ke kampung halaman. Kampung halaman tak harus terletak di pedesaan, karena kampung halaman juga bisa berada di kota besar. Sungguh beruntung bagi mereka yang mudik ke kota besar, karena akan bisa menikmati nyamannya kota dengan keadaan yang relatif sepi.
Tradisi yang setiap tahun digelar oleh banyak orang di Indonesia ini memunculkan banyak tradisi baru yang mengadopsi budaya negara lain, semisal angpao. Angpao ini biasanya diberikan oleh famili terhadap anak yang masih kecil-kecil, biasanya anak TK dan SD yang akan mendapat uang cukup besar. Semakin dewasa umur seorang anak biasanya akan mendapatkan uang semakin sedikit. Tak heran jika banyak anak kecil yang suka dengan tradisi ini.
Berkumpul bersama keluarga adalah hal yang sangat menyenangkan. Entah kenapa kebersamaan yang hanya dalam hitungan hari (bahkan jam) sangat terasa, berbeda dengan jika kita tinggal dalam satu atap.
Saya sendiri melakukan mudik di dua kota, yaitu Blitar dan Pacitan. Dua kota tersebut memiliki peran penting dalam pembentukan diri saya yang seperti sekarang ini.
Cukup itulah tulisan saya pagi hari ini tentang mudik yang sebenarnya agak geje. Karena bingung mau nulis apa lagi, belum ada ide. Hati-hatilah saat mudik, karena sudah banyak nyawa yang terenggut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar