Senin, 09 Januari 2012

Direpotkan itu Baik

Banyak orang mengeluh tatkala direpotkan oleh teman, saudara, pimpinan dan lainnya yang sedang meminta bantuan. Terkadang ada rasa enggan untuk membantu, namun akhirnya sebagian orang mau membantu sebagian orang nggak mau membantu. Mau bagaimana lagi, membantu atau tidak adalah pilihan dari masing-masing individu.

Seperti yang saya alami saat ini, duduk sendiri dalam sebuah lab berisi puluhan PC Mac. Dimana teman-teman lain sedang asik menghabiskan liburan berasama keluarga maupun kawan-kawannya. Duduk mengetik tulisan ini sambil menunggu hasil render animasi yang kira-kira akan selesai sekitar 2 jam lagi.


MALAS, sempat terbesit pikiran itu saat harus pagi-pagi ke kampus yang jaraknya sekitar 20km dari rumah. Kasihan memang dimana saat kawan-kawan lain sedang bersantai ria namun saya malah bersibuk ria dengan kegiatan kampus.

Dalam posisi ini saya termasuk orang yang direpotkan oleh kampus, namun saya mencoba untuk melihat sisi positif dari pengalaman awal liburan ini, yaitu bahwa saya adalah orang yang sedang DIBUTUHKAN oleh kampus.

Tidak seperti yang lain, dibiarkan untuk berlibur kesana-kemari tanpa kampus mau ikut turun tangan yang penting kalian nggak ada kuliah, mau ke kampus atau tidak terserah kalian. Kampus sedang tidak membutuhkan mereka, ketika seseorang sedang dibutuhkan maka serta merta yang membutuhkannya akan mencari.

Jadi nggak perlu mengeluh kalau direpoti, karena ada hikmah dibalik semua itu. Selain itu bersyukurlah ketika direpoti karena itu tandanya anda masih DIBUTUHKAN. Saya batasi dulu, direpoti dalam batas yang wajar. Kalau berlebihan bisa jadi nggak masuk kategori ini :p

Selamat Hari Senin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar