Bertanya, merupakan kegiatan yang sederhana namun membutuhkan keberanian yang besar untuk melakukannya. Banyak orang enggan bertanya entah itu karena malu, takut, dan alasan-alasan yang terkadang tidak masuk akal. Hal tersebut sudah banyak terjadi saat workshop-workshop di beberapa kota yang pernah saya ikuti. Ada orang bilang "malu bertanya sesat di jalan", namun masih saja banyak orang memilih untuk tersesat di jalan.
Selain pepatah tersebut juga ada istilah "banyak bertanya malu-maluin". Pernyataan tersebut terkadang ada benarnya juga, namun tidak berlaku secara mutlak. Banyak bertanya terkadang menunjukkan bahwa orang tersebut sangat antusias dan haus akan informasi. Namun banyak bertanya juga menjadi bumerang sendiri bagi seseorang.
Berikut beberapa saran dari kami sebelum mengajukan pertanyaan:
Berfikirlah sebelum bertanya! Banyak orang bertanya meremehkan hal tersebut, sehingga pertanyaan yang diajukan seolah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Berifikirlah, apakah pertanyaan yang anda tanyakan layak untuk ditanyakan? Misal pada sebuah seminar internasional tentang internet yang dihadiri oleh orang dari seluruh dunia, mungkinkah anda akan bertanya "apa itu internet?". Jika hal tersebut anda lakukan, anda akan menjatuhkan diri anda sendiri dengan pertanyaan tersebut.
Berusahalah sebelum bertanya, banyak orang enggan berusaha, sehingga mengandalkan orang lain yang lebih tahu dengan bertanya terus menerus. Hal ini tidak berbeda jauh dengan hal yang sudah pernah kita bahas tentang BELAJAR.
Lihat situasi dan kondisi. Meskipun tidak tertulis, bertanya ada etikanya. Jangan bertanya terus-menerus, narasumber pasti merasa jengkel jika kita bertanya terus menerus. Karena hal tersebut tidak menunjukkan bahwa kita tidak tahu, tapi malas mencoba, selalu ingin tahu dengan cepat melalui bertanya. Jangan sampai narasumber benar-benar jengkel sehingga sudah tidak mau menjawab pertanyaan-perntayaan anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar