Senin, 11 April 2011

Penolong Pilih-Pilih

Manusia merupakan mahluk sosial, dimana saling membutuhkan antara manusia satu dengan manusia yang lain. Sehingga terjadi interaksi saling antar manusia yang biasa kita kenal dengan tolong menolong, dimana penolong sebagai sosok malaikat bagi yang di tolong, entah itu untuk urusan sepele maupun urusan yang tidak sepele lagi.

Apalagi di era digital saat ini, kita dapat mengetahui banyak sekali informasi dengan cepat, sehingga memungkinkan kita mengetahui informasi pembajakan kapal Indonesia di Somalia, WNI yang diancam hukuman mati di Arab dan kasus lain. Teknologi ini memiliki dampak baik dan buruk. Dampak baiknya kita dapat mengetahui berita yang jauh dari tempat kita, sedangkan dampak buruknya kita menjadi fokus mengikuti hal tersebut sehingga mengabaikan sekeliling kita.

Kurang lebih itulah yang saya tangkap dari dampak buruk sebuah era digital, dimana media memegang peranan penting untuk menggerakkan massa. Saya sudah ungkapkan sebelumnya bahwa salah satu dampak buruknya kita mengabaikan sekeliling kita. Hal tersebut tercermin dari salah satu tulisan di Kompasiana tentang simpati yang pilih-pilih.

Dengan pemberitaan media yang begitu cepat, dan diulang terus-menerus, kita menjadi fokus pada sebuah kasus, saya ambil contoh kasus WNI Indonesia di Arab yang terancam hukuman mati dan akhirnya dibebaskan karena telah membayar denda milyaran rupiah. 

Coba bayangkan uang milyaran bisa didapatkan dari mereka simpatisan yang mengetahui berita-berita di televisi, maupun media digital lainnya meskipun setengahnya dibayar oleh pemerintah. Ketika media menyoroti kasus tersebut begitu mudahnya mendapat bantuan. Berbeda jika seseorang yang tinggal di pelosok, dan tidak pernah mendapat sorotan media, apakah mereka akan segera mendapat bantuan? Tidak perlu milyaran lah, dalam hitungan juta apakah pemerintah akan cepat mencairkan uangnya? Saya rasa tidak. Jadi dari tulisan salah seorang Kompasiana tersebut saya jadi memikirkan orang-orang disekeliling saya terlebih dahulu.

Jika memang orang-orang disekeliling kita lebih membutuhkan dibandingkan mereka yang disoroti media alangkah baiknya kita menolong mereka yang berada di sekeliling kita terlebih dahulu, daripada menolong mereka yang jauh dan hanya kita kenal kasusnya. Bukankah begitu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar