Seperti yang saya tulis beberapa waktu yang lalu, bahwa tidak semua hal yang ingin kita ketahui itu baik untuk diketahui. Karena dengan kita tahu hal tersebut, kita menjadi tidak tenang. Inilah yang saya alami beberapa waktu lalu saat bepergian dari Malang menuju Surabaya.
Saya mengikuti Telkomsel Kompasiana Blogshop di Malang beberapa waktu yang lalu. Untuk mengikuti acara tersebut saya bersama seorang teman saya memutuskan untuk naik kendaraan bermotor roda dua dari Surabaya. Karena ketidaktahuan kami akan area Malang dan acara yang digelar pagi membuat kami tidak memiliki pilihan lain.
Tidak ada hal yang ganjil pada perjalanan kami, hingga akhirnya sampai Porong, HP saya berbunyi, teman yang saya bonceng mengangkatnya. Telpon tersebut berasal dari sahabat saya yang kos di Malang, dia memberitahukan bahwa STNK motor yang sedang saya naiki masih berada di tangannya.
Mendadak saya langsung gelisah dan berdebar-debar. Karena sudah lebih dari setengah perjalanan. Akhirnya saya putuskan untuk tetap nekat menuju Surabaya, karena jika kembali ke Malang pun saya juga harus nekat. Apalagi saya kurang mengenal daerah Malang.
Diperjalanan kami hanya berdoa semoga tiada polisi yang sedang melakukan operasi, karena di Sidoarjo biasanya banyak polisi yang berkeliaran. Alhamdulillah kami sampai di Surabaya tanpa bertemu dengan polisi. Meskipun begitu kami masih merasa berdebar-debar karena mengetahui bahwa kami tidak membawa STNK.
Padahal kami sudah mampir di dua tempat dan parkir. Untungnya di kedua tempat tersebut tidak ada yang meminta saya untuk menunjukkan STNK kendaraan yang saya naiki.
Kegelisahan tersebut timbul karena saya TAHU kalau saya tidak membawa STNK. Sebelum saya tahu, saya bisa menikmati perjalanan dengan teman saya. Ini adalah salah satu contoh bahwa terkadang tidak tahu itu lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar