Gelar, merupakan tujuan utama dari puluhan ribu mahasiswa di Indonesia kuliah. Setidaknya hampir 80% mahasiswa baru kuliah untuk mencari gelar, dengan iming-iming pekerjaan yang bakal diperolehnya. Kebanyakan hal tersebut didorong oleh orang tua. Setidaknya itu lah yang saya alami, tuntutan pencarian gelar dari orang tua yang membuat saya sekarang kuliah.
Bagi saya pribadi, gelar itu tidak lah penting. Buat apa sih gelar? Hanya nambahi beban nama yang sudah panjang saja. Untuk industri kreatif yang mulai saya dalami ini gelar tidaklah sepenting bidang ekonomi, hukum, kesehatan dll. Sangat disayangkan kepemilikan gelar kini sudah tak sebaik dulu.
Coba tengok beberapa orang yang berhasil meraih gelar di zaman terdahulu, mereka sangatlah berpengaruh di masyarakat. Menurut saya, hal tersebut dikarenakan mereka mengetahui esensi dari gelar. Sehingga begitu mendarah daging pada diri mereka, dan dapat dipraktekkan secara nyata.
Coba tengok Bung Karno yang memiliki gelar Insinyur, dia cukup lihai dalam bidang arsitektur. Sehingga mampu merancang banyak hal di Indonesia, seperti Pancasila. Yang kini sudah mulai kehilangan esensinya dan hanya bertengger di tembok-tembok sebagai sebuah simbol saja.
Saat ini untuk memperoleh sebuah gelar tidaklah sesulit dulu, banyak para penyandang gelar berserakan dan hanya jadi pengangguran. Apakah mereka tahu esensi gelar yang mereka terima?
Steve Jobs, tidak pernah menyelesaikan kuliahnya namun berhasil mendapat beberapa gelar dari beberapa universitas ternama di dunia! Setidaknya dia telah berhasil membuat orang lain mengakui dirinya berhak menerima sebuah gelar, tidak berusaha mendapat pengakuan gelar dari orang lain lantaran menyelesaikan kuliahnya.
Tulisan kurang jelas mengawali Minggu pagi ini. Happy weekend dan selamat menunaikan ibadah puasa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar