Sabtu, 30 April 2011

Gak Salah Gak Belajar?

Obrolan singkat pagi ini bersama seorang kawan lama tentang sistem operasi. Tak terasa sudah 7 tahun kami berpisah, kini dia kuliah di salah satu PTN mengambil jurusan yang mengajarkan pemrograman. Kurang lebih coding adalah bidang yang dipelajari saat ini.

Cukup aneh bagi saya ketika saya coba sarankan untuk menggunakan sistem operasi ubuntu seperti yang pernah dia tanyakan beberapa waktu yang lalu, dia malah takut untuk mencoba install sendiri, mesti menunggu orang lain untuk melakukan instalasi.



Saya kira wajar kalau takut dengan yang namanya kegagalan, karena kegagalan memang sakit.  Dari situ saya simpulkan  bahwa nggak salah nggak belajar. Mungkin mirip dengan jargon salah satu produk detergen yang dapat dilihat di stasiun televisi. Nggak kotor nggak belajar.

Tapi memang benar, ketika kita takut untuk mencoba sesuatu, kita akan sulit untuk belajar. Darimana kita belajar jika kita tidak berbuat? Hanya makan tumpukan tutorial tanpa berbuat? Kalau memang begitu, silakan menikmati teori-teori tidak bermanfaat bermanfaat yang bakal menuhin memori otakmu, lantaran tidak digunakan. Berbeda jika kita melakukan praktek, dapat mengurangi memori, lantaran kita dapat menghafal diluar kepala.

Gak perlu takut untuk salah, kesalahan bukan akhir dunia :p. Karena kita akan lebih banyak belajar dari kesalahan bukan dari kebenaran.

4 komentar:

  1. Jargon "nggak salah nggak belajar" sedikit terasa ambigu... makna pertama seperti yg telah pandu jelaskan... tetapi intepretasi kedua berarti nggak berati tidak ada salahnya tidak belajar hehehe... harus ada pemenggalan kalimat yg jelas ^^

    Kalo saya sih beprinsip lebih baik melakukan kesalahan sekarang daripada nanti... karena memberi kesempatan untuk belajar dalam memperbaiki kesalahan... itulah yg membuat pergerakan blender menjadi sangat pesat. Tul nggak Mas ^^

    BalasHapus
  2. Terima kasih mas Adhicipta atas masukkannya, saya juga berfikir demikian, orang lebih banyak belajar dari kesalahan daripada kebenaran.

    seperti salah satu kata tokoh yang sukses (lupa namanya) orang hanya belajar 1% dari keberhasilan sedangkan 99%nya belajar dari kegagalan.

    BalasHapus
  3. Banyak belajar banyak lupa, tidak belajar tidak lupa.....pilih mana yaaaaaaaa ?

    BalasHapus
  4. Pilih tengahnya saja mas, belajar secukupnya :)

    BalasHapus